Klik disini untuk melihat video tersebut

Halo sobat sehat, jumpa lagi dengan saya dr. Sung. Pada kesempatan-kesempatan sebelumnya banyak teman-teman atau dari sobat sehat yang bertanya seperti ini : “Dok, kalau saya makan nasi 3 kali sehari, itu sehat atau tidak?”. Ada juga yang bertanya seperti ini : “Dok, mana yang lebih sehat? Makan nasi putih, nasi cokelat atau nasi merah?”. Jadi, pada video kali ini saya akan membahas topik dengan judul : “Apakah Makan Nasi Itu Sehat ?”

Oke sobat sehat, sebelum saya menjawab pertanyaan anda, ada baiknya saya jelaskan dahulu apa itu beras putih, beras cokelat dan apa manfaat dari masing-masing beras tersebut.

Jadi seperti ini.. di zaman sekarang, beras atau masalah makan nasi ini menjadi perdebatan. Ada beberapa komunitas yang tidak setuju atau menganggap makan nasi itu tidak sehat. Tetapi ada beberapa orang, terutama bagi mereka yang mempercayai pengobatan Timur atau Traditional Chinese Medicine. Mereka mempercayai bahwa beras itu sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Makan nasi itu sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Hal itu sebenarnya kembali lagi ke masing-masing individu.

Jadi sebelum saya lanjutkan, saya harus menjelaskan dahulu kepada anda bagaimana proses terbentuknya beras putih.

Mulai dari padi, sampai menjadi beras putih. Hal yang pertama dilakukan adalah perontokan. Perontokan disini tujuannya adalah untuk melepaskan bulir-bulir padi dari merangnya. Kemudian setelah itu dilakukan pengeringan. Pengeringan disini tujuannya adalah untuk mengurangi kadar air. Sehingga beras lebih tahan lama ketika disimpan dan lebih mudah untuk proses penggilingan. Kemudian tahap berikutnya adalah proses pecah kulit.

Jadi bulir padi tersebut akan dimasukkan ke dalam mesin untuk pecah kulit dan akhirnya menghasilkan brown rice atau beras pecah kulit. Atau disebut juga dengan beras cokelat. Beras cokelat masih memiliki kandungan kulit arinya, yang biasa disebut Aleuron/Pericarp. Atau di beberapa daerah biasa menyebutnya dengan bekatul.

Kemudian setelah melewati tahap yang kedua yaitu peoses pecah kulit, ada lagi tahap selanjutnya. Yaitu tahap penggilingan atau polishing. Setelah melalui tahap ini, akan terbentuk beras putih. Beras yang kita temui sehari-hari, yang mudah kita jumpai, yaitu beras berwarna putih dan bersih. Beras seperti inilah yang kita konsumsi sehari-hari. Dan beras ini rasanya jauh lebih enak dibandingkan beras cokelat.

Lalu, apakah mengkonsumsi beras yang sudah digiling tadi atau beras putih itu baik?

Jadi begini.. Ada studi kasus yang menyatakan bahwa orang-orang yang setiap hari secara rutin mengkonsumsi beras putih yang telah kehilangan kulit arinya, maka mereka akan mudah mengalami penyakit diabetes. Atau di Indonesia disebut kencing manis.

Mengapa? Karena beras yang telah kehilangan kulit arinya akan kehilangan hampir seluruh serat yang terkandung di dalam beras tersebut. Jika beras tersebut kehilangan serat, maka gula yang terkandung di dalamnya akan mudah diserap oleh usus kita. Dan kadar gula darah akan melonjak tinggi dengan cepat. Akibatnya pankreas anda akan bekerja secara ekstra untuk menghasilkan insulin.

Kita tahu bahwa gula untuk bisa sampai masuk ke dalam sel membutuhkan insulin. Jika gula terlalu cepat masuk ke dalam sel darah anda, maka insulin yang diproduksi oleh pankreas harus dalam jumlah yang lebih besar. Jika anda melakukan hal ini terus menerus dalam jangka waktu lama, maka otomatis pankreas anda akan mengalami “kelelahan”. Yang akhirnya mengarah ke diabetes.

Selanjutnya, bagaimana dengan beras cokelat? Tadi saya menjelaskan tentang beras putih. Lalu bagaimana dengan beras cokelat? Beras cokelat sebenarnya merupakan suatu spesies tanaman yang sama dengan beras putih. Hanya saja bedanya adalah pada prosesnya. Beras cokelat tidak melalui proses penggilingan. Jadi, beras cokelat berhenti di proses nomor dua itu tadi, yaitu pecah kulit.


Jadi, pada beras cokelat masih terdapat kandungan serat dan vitamin yang cukup tinggi.

Jadi kaya kandungan vitaminnya, terutama vitamin B3 atau kita sebut dengan Niacin. Niacin sangat baik untuk kinerja jantung dan pembuluh darah anda. Kemudian, memiliki kandungan mineral yang disebut Selenium yang berfungsi untuk mendukung kinerja kelenjar tiroid dan ginjal anda.

Jadi, saya bisa mengatakan bahwa beras cokelat merupakan makanan yang baik bagi tubuh anda.  Namun beberapa orang mengatakan seperti ini : “Kalau saya mengkonsumsi beras cokelat, lambung saya tidak enak. Perut saya tidak enak”. Itu sebenarnya disebabkan oleh yang namanya Phytic Acid. Saya ingin memberikan tips bagi anda yang ingin mengkonsumsi beras cokelat. Sebaiknya anda merendamnya terlebih dahulu. Anda cukup merendamnya minimal kurang lebih sekitar 4 jam. Jadi dengan anda merendamnya kurang lebih sekitar 4 jam, maka kandungan Phytic Acid tadi akan jauh berkurang. Sehingga saat anda mengkonsumsinya, akan lebih mudah dicerna oleh tubuh anda.

Phytic Acid sendiri merupakan jenis protein yang menghambat kinerja enzim pada pencernaan anda.

Jadi tentu saja jika anda makan namun beras tersebut masih mengandung Phytic Acid, maka perut anda akan susah sekali mencernanya. Dan solusinya sangat mudah, yaitu cukup anda rendam sebelum dimasak.

Pasti beberapa dari anda mengatakan bahwa beras cokelat itu mahal. Apakah ada solusi yang lain atau alternatif yang lain? Sebenarnya ada juga beras merah yang kandungan atau nilai gizinya tidak kalah dengan beras cokelat. Jadi, beras merah kaya akan aktioksidan (Antosianin). Dan ini sangat baik untuk tubuh anda. Namun bagi anda yang tidak terbiasa makan beras merah, anda boleh mencampurnya dengan beras putih. Itu terserah anda, sesuai selera anda. Anda boleh mencampurnya fifty-fifty, atau 70 : 30. Itu terserah anda.

Dengan melakukan hal tersebut, maka anda akan mendapatkan nilai gizi yang terkandung dalam beras merah. Dan anda juga telah mengurangi jumlah konsumsi beras putih, dimana kita tahu bahwa beras putih kurang baik bagi tubuh anda. Namun sebaik-baiknya beras merah atau beras cokelat, anda tidak boleh memakannya dalam porsi yang sangat besar melebihi kalori harian anda. Karena jika melebihi kalori harian anda, maka anda akan mengalami penyakit obesitas. Dan anda akan susah untuk menurunkannya kembali.

Saya sarankan bagi anda semua untuk mengkonsumsi nasi dengan bijak. Cukupi dan penuhi kandungan gizi anda sehari-hari dengan baik. Dan semoga informasi yang saya berikan ini bisa bermanfaat untuk anda semua. Share kepada teman-teman dan orang tua anda. Dan disini ada 2 video lagi yang saya rekomendasikan. Semoga video-video ini dapat menambah wawasan anda. Sampai jumpa di video saya selanjutnya, salam hebat luar biasa..!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here