Klik disini untuk melihat video tersebut

Halo sobat sehat, jumpa lagi dengan saya dr. Sung. Sobat sehat, setiap hari kita melihat berbagai macam objek dan warna.  Tetapi, tahukah anda bagaimana proses itu bisa terjadi?

Sobat sehat, pada video-video sebelumnya saya mendapatkan banyak pertanyaan seputar kesehatan mata. Ada yang bertanya : “Dok, mata saya minus, bagaimana cara menyembuhkannya?”. Kemudian, “Dok, apakah mata minus bisa disembuhkan?”. Lalu, “Dok, apakah dengan menggunakan suplemen A, B, C, mata minus saya bisa disembuhkan? Saya ingin melepas kacamata.” Ya, saya sendiri juga memakai kacamata.

Sebelum saya menjelaskan itu semua, mungkin saya akan membahas itu semua di video saya selanjutnya. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas dulu bagaimana cara mata kita bisa melihat dengan normal.

Jadi, objek-objek di sekitar kita seperti benda, taman, hijaunya rumput, kemudian warna merah pada bunga mawar, kita juga bisa melihat ombak di tepi pantai, atau bahkan anda melihat cewek seksi di pantai cuma pakai bikini sampai air liur anda keluar. Tetapi, saya tidak akan membahas prosesnya sampai mengapa anda bisa keluar air liur.

Jadi, bagaimana prosesnya sampai otak kita bisa menerima : “Oh, ada objek di depan saya”?

Sebelum saya membahas itu, saya ingin membahas dulu tentang anatomi mata. Sebenarnya dulu kita pasti sudah pernah mempelajarinya di pelajaran IPA, cabangnya adalah biologi. Dulu ada biologi, fisika, dan kimia. Kalau sekarang saya tidak tahu karena saya tidak mengikuti kurikulum sekolah.

Di daerah atas mata kita terdapat yang namanya alis. Siapa disini yang tidak punya alis karena dicukur habis? Sebenarnya alis ini memiliki fungsi. Yang pertama adalah untuk menahan keringat dari kepala agar tidak langsung mengenai mata kita. Siapa disini yang suka berolahraga dan sering berkeringat? Kemudian yang kedua adalah untuk menahan air yang jatuh dari atas, misalkan ketika gerimis atau hujan. Jadi, itu adalah fungsi alis.

Kemudian ada bulu mata. Bulu mata juga memiliki fungsi. Yang pertama adalah untuk mengurangi debu yang masuk ke mata. Kemudian yang kedua adalah untuk mengurangi cahaya yang berlebihan. Sebagian dari debu dan cahaya tersebut akan dihalangi oleh bulu mata. Jadi, ada beberapa orang yang bulu matanya pendek, bulu matanya panjang, dan bahkan lebih lentik. Tetapi, sekarang sudah banyak yang menjual bulu mata anti badai.

Kemudian, ada kelopak mata. Kelopak mata ini bisa menutup dan membuka. Tujuannya adalah untuk melindungi mata kita. Jika anda membuka mata terus, maka mata anda bisa kering. Jadi, jangan lupa untuk berkedip. Apalagi ketika anda sedang menonton film seru atau sedang main game.

Sekarang, kita masuk ke bagian dalam organ mata. Bola mata kita berbentuk bulat seperti bola pingpong. Tetapi pada beberapa orang, semakin dewasa, maka bola matanya akan semakin berbentuk lonjong. Hal ini akan saya bahas di video saya berikutnya, tentang mengapa mata seseorang bisa minus. Sekarang kita bahas dulu proses normal mata sehingga bisa melihat.

Jadi, pada mata bagian depan terdapat yang namanya kornea.

Kornea ini berbentuk seperti kubah. Fungsi kornea adalah sebagai jendela untuk masuknya sinar ke mata. Kemudian, di belakang kornea ada yang disebut dengan anterior chamber yang seperti kantung berisi cairan aqueous humor. Cairan ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan di mata. Jika tekanan pada mata berlebihan, itu disebut dengan glaucoma. Tetapi saya tidak akan membahasnya di video kali ini.

Kemudian ada lagi yang namaya sklera. Jadi, bagian putih pada bola mata itu disebut dengan sklera. Pada penyakti tertentu misalkan pada orang yang sakit kuning, punya penyakit hati ataupun batu empedu, sklera ini akan berubah warnanya menjadi kuning karena peningkatan bilirubin. Di sklera ini terdapat otot-otot. Jadi, mata kita bisa bergerak ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke bawah tanpa harus menoleh karena ada otot yang menggerakannya.

Kemudian, bagian mata yang lainnya adalah iris dan pupil. Jika anda bertanya : “Mengapa orang di belahan bumi bagian barat alias Eropa itu warna matanya biru keabu-abuan?”

Sebenarnya, itu adalah warna dari iris. Kemudian, di tengah iris ada yang disebut dengan pupil. Pupil ini berfungsi untuk mengatur cahaya yang masuk. Jadi ketika di siang hari terdapat banyak cahaya, pupil ini akan mengecil. Tujuannya adalah untuk membatasi cahaya yang masuk ke mata. Tetapi begitu malam hari ketika kondisi ruangan agak gelap, akhirnya pupil mulai membesar agar ada banyak cahaya yang masuk. Jadi, prinsipnya mirip dengan kamera.

Misalkan di depan kita ada benda, lalu ada cahaya yang dipantulkan oleh benda ini. Kemdian, cahaya ini akan masuk ke mata melalui kornea yang paling depan itu tadi. Kemdian, cahaya ini akan diteruskan ke pupil. Hal ini tergantung dari jumlah cahaya yang diterima.

Jika jumlah cahaya cukup banyak, maka otomatis pupil akan mengecil untuk menyaring cahaya yang masuk.

Setelah itu, cahaya masuk melalui lensa. Lensa inilah yang bertugas untuk mengatur agar cahaya ini jatuh ke retina. Lensa ini memiliki kemampuan, yaitu daya akomodasi. Bisa mencembung dan mencekung. Setelah cahaya jatuh tepat di retina, maka rentina akan mengubah cahaya tersebut menjadi gelombang elektrik atau disebut impulse listrik. Inilah yang akan ditransfer ke otak melalui syaraf optik. Jadi, kurang lebih penjelasannya seperti itu. Jadi, kita bisa melihat benda karena proses itu tadi.

Untuk pertanyaan anda seputar mata minus dan sebagainya, saya akan membahasnya di video saya selanjutnya. Yang penting, anda mengerti dengan proses melihat dengan normal ini dulu.

Sobat sehat, sekian informasi yang dapat saya berikan untuk anda. Semoga informasi yang saya berikan ini dapat bermanfaat.

Dan seperti biasa, bagi anda semua yang membutuhkan produk-produk yang mendukung gaya hidup sehat, silahkan anda kunjungi boxsehat.com

boxsehat.com ini merupakan salah satu e-commerce yang menyediakan produk untuk mendukung gaya hidup sehat.

Oke, sampai jumpa di video saya selanjutnya. Salam hebat luar biasa..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here