Klik disini untuk melihat video tersebut

Halo sobat sehat, jumpa lagi dengan saya dr. Sung. Pada video kali ini saya akan membahas topik yang sangat menarik dengan judul : “Tidak Masalah Gemuk, Asal Sehat!”. Benarkah?

Jadi sobat sehat, saya sering mendengar banyak orang berpendapat atau memberikan nasehat kepada saya seperti, “Tidak apa-apa dok, saya gemuk. Yang penting saya sehat”. Mungkin anda juga sering mendengar nasehat-nasehat seperti itu. Mungkin dari teman-teman anda atau dari orang tua anda, atau mungkin dari senior anda. Atau bahkan mungkin anda sendiri berpikiran hal yang sama.

Banyak juga orang tua yang senang jika anaknya gemuk. Mereka menganggap bahwa gemuk itu merupakan suatu hal yang lucu, menggemaskan, dan secara tidak langsung anak ini merasa bahwa “orang tua saya senang jika saya gemuk!”. “Orang tua saya senang jika saya makan banyak!”.

Akhirnya anak ini  terbiasa dengan ucapan-ucapan dan pujian seperti, “Ih, kamu lucu banget.. Menggemaskan!”. Akhirnya anak ini akan makan dengan porsi yang sangat banyak. Dan lama-kelamaan akan mengalami obesitas.

Mengapa anak ini susah untuk menormalkan kembali berat badan mereka?

Karena mereka terbiasa dengan pujian-pujian dari orang tua dan porsi makan dalam jumlah besar. Disini saya ingin mengatakan bahwa anak yang suka makan  & anak yang tidak cerewet memilih makanan sebenarnya memiliki nafsu makan yang baik dan juga menandakan bahwa anak tersebut merupakan anak yang sehat. Namun, membiasakan anak makan dengan porsi yang besar dan sering juga tidak baik bagi mereka.

Hal ini bukan hanya berlaku bagi anak-anak. Bagi anda yang memasuki usia remaja dan usia dewasa juga harus memperhatikan hal ini. Saya akan memberikan contoh, untuk lebih mudahnya supaya anda semua dapat mengerti. Jadi ketika dulu kita sekolah, kita selalu membawa tas yang berisi buku pelajaran. Namun mungkin anda atau salah satu dari teman anda tentunya ada yang malas jika setiap malam harus menata buku pelajaran yang harus dibawa pada keesokan harinya.

Contoh, hari Senin pelajarannya IPS, Matematika, Sejarah. Kemudian hari Selasa ganti lagi pelajaran Biologi, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia. Karena sang anak malas, akhirnya tas tersebut diisi untuk pelajaran hari Senin hingga hari Sabtu. Jadi, tas dengan ukuran yang sama diisi dengan buku semua mata pelajaran di dalamnya. Akhirnya, tas tersebut akan rusak. Contohnya seperti ini. Mungkin bagi anda yang mengatakan, “Oh, saya ini gemuk. Tapi tidak apa-apa, saya ini sehat”. Sama halnya dengan tas tersebut.

Ketika anda membawa banyak buku di dalam satu tas ransel, keesokan hari tas tersebut masih tidak apa-apa. Satu minggu kemudian juga masih tidak apa-apa. Tetapi setelah beberapa bulan akan terlihat. Jika membawa buku terlalu banyak, maka kahitannya mulai lepas, ada benang yang keluar, atau ritsletingnya mulai rusak. Sama halnya dengan badan anda.

Bagi anda yang saat ini mengalami obesitas atau kegemukan, mungkin sekarang anda tidak merasakan apa-apa, seperti tas tadi. Tetapi 30 tahun atau 40 tahun kemudian di usia anda yang sudah menginjak kepala 4 atau 5, barulah anda merasakan, “Mengapa ya pinggang saya gampang nyeri? Mengapa ya lutut saya gampang nyeri? Mengapa kaki saya gampang sakit? Mengapa leher saya sering terasa kaku?”.

Sebenarnya ini semua adalah gejala-gejala yang ditimbulkan akibat tubuh anda mengangkat beban yang berlebihan.

Yang dimaksud disini adalah lemak yang berada di dalam tubuh anda. Saya juga ingin sharing sedikit tentang beberapa gangguan yang disebabkan oleh obesitas. Beberapa pasien yang mengalami kegemukan biasanya mereka mengalami nyeri pada tulang belakang. Itu adalah karena syarafnya terjepit, atau kita sebut dengan HNP (Hernia Nucleus Pulposus).

Kemudian beberapa pasien juga jika kondisinya parah bisa menyebabkan fraktur pada tulang belakang yang kita sebut dengan compression fracture. Kemudian, pada beberapa pasien lainnya mengalami nyeri pada lutut. Karena lutut menahan beban berat badan yang berlebihan.

Selain merusak tulang belakang dan lutut anda serta engkel kaki anda, sebenarnya obesitas juga merusak organ-organ di dalam tubuh dan mengganggu kinerja organ-organ tersebut diakibatkan penumpukan lemak pada hati, atau jantung anda mungkin terbungkus lemak, bahkan di pembuluh darah anda juga terdapat banyak penumpukan lemak.

Bagi anda yang kelebihan lemak pada daerah central atau daerah perut, jika anda tidur di malam hari dengan posisi terlentang pasti anda akan merasa tidak nyaman dan terasa sesak. Mungkin anda bisa membayangkan sebuah barbel seberat 5-7 kg berada di atas perut anda atau tubuh anda. Itulah perasaan mereka yang menderita obesitas.

Sebenarnya sobat sehat, obesitas ini sudah dikategorikan sebagai suatu penyakit.

Mungkin masih banyak dari anda yang tidak mengerti. Kapan sih saya dikatakan obesitas? Kapan sih saya dikatakan overweight? Kapan berat badan saya dikatakan normal? Untuk anda yang masih bingung, anda bisa melihat rumus di bawah ini.

Jadi anda bisa pause video saya, anda bisa ambil kertas, ambil pulpen, atau mungkin kalkulator. Anda boleh menghitung berapa body mass index anda. Jadi dengan menggunakan rumus tadi, coba anda hitung. Kemudian, anda masukkan ke dalam tabel di bawah ini.

Jika sudah, BMI anda masuk kategori yang mana? Apakah underweight, normal, overweight, atau sudah masuk obesitas? Dan jika sudah masuk obesitas, obesitas yang manakah anda?

Bagi sobat sehat yang badannya normal, saya ucapkan selamat untuk anda semua.

Dan saya sarankan agar anda tetap mempertahankan berat bedan anda yang sekarang. Namun bagi anda yang sekarang kelebihan berat badan atau bahkan sampai obesitas, cobalah berusaha untuk menurunkan berat badan anda. Dan cobalah lakukan program diet yang teratur dan tidak menyiksa tubuh anda.

Bukankah badan anda atau tubuh anda harganya lebih mahal daripada sebuah tas sekolah? Mungkin jika tas sekolah anda rusak, anda dapat membelinya dengan harga 300-400 ribu. Itu pun anda sudah dapat tas dengan kualitas yang baik.

Namun jika organ di dalam tubuh misalkan organ hati atau jantung anda rusak akibat kelebihan lemak pada tubuh anda, berapa harga sebuah jantung? Tentu saja tidak mungkin anda mendapatkan jantung dengan harga 1-2 juta Rupiah. Banyak sekali dari mereka menghabiskan uang yang mereka cari selama bertahun-tahun hanya untuk mengobati penyakit mereka di kemudian hari.

Jadi saya bisa mengibaratkan bahwa penumpukna lemak ini seperti bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Mungkin tidak sekarang. Tapi di usia anda 40-50 tahun ke atas kelak akan bisa menjadi sebuah penyakit yang akan menghabiskan uang yang selama ini anda kumpulkan.

Jadi sobat sehat, pada video kali ini saya ingin memberikan pesan kepada anda semua, yaitu jangan menganggap bahwa ‘Saya masih muda, saya masih punya tubuh yang sehat dan tidak ada keluhan. Jadi, mempunyai tubuh yang gendut tidak masalah’.

Untuk sobat sehat semuanya, bagi anda yang sekarang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, cobalah berusaha untuk menurunkan berat badan anda. Mungkin anda bisa tonton video saya sebelumnya disini : “Bagaimana menurunkan berat badan dari 100 kg menjadi 50 kg”. Pada video itu saya menggunakan contoh seorang wanita dari Korea. Dan anda bisa meniru cara beliau menurunkan berat badan. Karena menurut saya beliau menggunakan cara yang baik. Dan disini saya ingin berpesan kepada anda :

Mempunyai tubuh yang sehat, dibangun melalui kebiasaan setiap hari. Begitu pula dengan tubuh yang sakit

Jika anda menyukai channel kesehatan seperti ini, anda bisa klik like di bawah ini, subscribe dan share kepada teman-teman anda. Jangan lupa anda icon lonceng di kanan bawah silahkan anda klik sehingga anda akan mendapatkan notifikasi jika ada video terbaru dari saya.

Dan disini saya akan memberikan 2 video lagi. Saya harapkan video-video yang saya berikan dapat bermanfaat untuk anda semua. Dan saya doakan agar anda semua tetap sehat, bahagia, dan selalu sukses.

Sampai jumpa di video saya selanjutnya. Salam hebat luar biasa..!!

Tidak Masalah Gemuk, Asal Sehat!

Tidak Masalah Gemuk, Asal Sehat!

Pada video kali ini saya akan membahas topik yang sangat menarik dengan judul : “Tidak Masalah Gemuk, Asal Sehat!”. Apakah hal itu benar?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here