Home Berita Apakah Minum Obat Boleh Dicampur dengan Kopi ?

Apakah Minum Obat Boleh Dicampur dengan Kopi ?

0
55

Klik disini untuk melihat video tersebut

Halo sobat sehat, jumpa lagi dengan saya dr. Sung. Pada video kali ini, saya akan membahas sebuah topik. Yaitu : “Apakah Minum Obat Boleh Dicampur dengan Kopi?”.

Saya membahas topik kali ini karena saya mendapatkan banyak pertanyaan. Dan saya bisa bahas pada kesempatan kali ini. Jadi, apakah minum obat boleh dicampur dengan kopi? Apakah minum obat boleh dicampur dengan teh, soda dan sebagainya?

Intinya begini. Ketika anda minum minuman yang mengandung zat aktif, seperti kopi yang zat aktifnya adalah kafein, maka anda harus tahu apakah zat aktif ini akan berinteraksi dengan obat yang anda minum. Contoh, kebanyakan orang sakit pilek atau sakit kepala. Mereka dopping dengan kafein minuman berenergi supaya badannya lebih segar. Lalu ditambah lagi dengan obat sakit kepala atau pilek. Hal ini yang tidak boleh.

Mengapa? Karena efek kafein sendiri adalah mempercepat kerja denyut jantung.

Itu yang pertama. Kemudian, efek kafein juga dapat berinteraksi dengan obat. Jadi ketika anda minum obat, misalnya obat pilek yang mengandung efedrin atau mengandung phenylpropanolamine. Dan ketika anda mengkonsumsi kopi yang mengandung kafein, maka dapat berinteraksi dengan obat pilek. Obat yang mengandung efedrin, misalnya. Atau phenylpropanolamine. Hal ini akan memperberat kerja organ tubuh anda.

Jadi, denyut jantung anda mungkin akan berdetak lebih kencang. Lalu yang kedua adalah berpengaruh pada pencernaan anda. Jadi obat yang mengganggu maag anda atau punya efek samping ke maag, lalu ditambah lagi dengan kafein tadi. Maka hal itu juga mengganggu lambung anda. Lalu berkaitan dengan penyerapan, ada beberapa obat yang tidak bisa diserap oleh usus atau lambung anda karena kafein tadi.

Jadi, anda harus tahu dulu minuman anda itu mengandung zat aktif apa.

Dan bila dicampur dengan obat, akan menjadi seperti apa? Atau gampangnya seperti ini. “Saya malas mencari tahu. Saya mau minum kopi dengan obat ini. Apakah berinteraksi atau tidak? Apakah obat ini akan diserap atau tidak?”. Caranya mudah. Berikan waktu 2-3 jam sebelum anda mengkonsumsi kopi. Jadi, obatnya dulu diminum boleh. Setelah itu baru minum kopi, dan beri jeda waktu 2 sampai 3 jam berikutnya.

Biarkan usus anda, sistem pencernaan anda menyerap obat tersebut. Barulah anda konsumsi kopi. Saya tahu, anda adalah pecinta kopi. Tetapi saat mengkonsumsi obat, berikan jeda/berikan waktu.

“Lalu, bagaimana dengan teh, dok? Bagaimana dengan soda, dok?” Sama. Jadi baik teh maupun soda, itu juga mengandung kafein dengan kadar yang berbeda-beda, tentunya. Tetapi ketimbang anda harus mengukur kafeinnya berapa dan interaksinya seperti apa, sudah. Lebih baik berikan jeda waktu 2 sampai 3 jam. Karena tidak mungkin ‘kan ketika kita minum di cafe, “Pak, ini kadar kafeinnya berapa?”. Mereka juga tidak akan tahu. Caranya seperti itu.

Oke, seperti biasa, jika anda menyukai video tentang kesehatan dan gaya hidup seperti ini, silahkan klik like di bawah ini, comment  topik apa lagi yang harus saya bahas di video selanjutnya. Maaf untuk teman-teman yang bertanya di kolom comment dengan pertanyaan : “Mengapa saya sering sakit kepala? Mengapa saya begini, begitu, dan sebagainya”. Saya tidak akan bahas langsung, karena membutuhkan penjelasan yang panjang dan saya butuh informasi lebih dari anda.

Apalagi yang anda tanyakan adalah orang tua anda, misalnya. “Kenapa bapak saya kakinya bengkak?” dan sebagainya. Saya tidak mungkin bisa menjawab langsung, karena saya butuh informasi lebih lanjut. Dan saya akan membuat topiknya sendiri di dalam satu video.

Oke, semoga anda menyukai video ini. Silahkan anda comment dan like. Sampai jumpa di video saya selanjutnya. Salam hebat luar biasa..!!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here